Feb
8
Sumber : Suara Karya
Layanan listrik prabayar akan menuntaskan hingga 99 persen permasalahan yang selama ini dikeluhkan pelanggan. Untuk itu, seperti dikatakan Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan, upaya migrasi seluruh pelanggan pascabayar ke sistem prabayar yang menggunakan token ini akan terus dilakukan.
Demikian disampaikan Dirut PLN Dahlan Iskan saat menghadiri peluncuran percontohan kawasan pelanggan listrik prabayar di Desa Seruni Sidoarjo, Jumat (5/2) malam. Dia kemudian menyebutkan permasalahan terkait pencatatan meteran listrik PLN, keluhan pencurian listrik, dan tingginya tunggakan pelanggan. Dengan sistem prabayar, pelanggan akan lebih nyaman, sebab tidak ada lagi ancaman pemutusan sambungan karena terlambat membayar tagihan.
Dahlan Iskan juga memastikan peningkatan kualitas layanan listrik PLN yang menjamin tidak ada lagi pemadaman listrik, khususnya di Jawa dan Bali. "Pasokan listrik di Jawa-Bali sebenarnya surplus hingga 30 persen," ucapnya.
Lebih jauh Dahlan menjelaskan, selain petugas dari kerja sama operasi (KSO), PLN juga akan mengandalkan petugas sendiri untuk menangani keluhan pelanggan. "Kalau semuanya diserahkan ke KSO dengan perusahaan swasta, maka personel PLN justru semakin jauh dengan pelanggan," tuturnya.
Sementara itu, GM PLN Distribusi Jatim Sulastyo mengatakan, layanan prabayar dimulai sejak September 2009 di rumah-rumah dinas PLN. Selanjutnya meluas ke rumah karyawan PLN. Layanan ini dipasarkan untuk umum mulai Desember 2009. Untuk mempermudah sosialisasi, Desa Seruni dijadikan kawasan percontohan. "Dari 9.644 pelanggan di desa ini, 8.600 pelanggan sudah menikmati sistem prabayar," ujarnya.
Di tempat terpisah, dari Tegal dilaporkan, PLN akan mengurangi jumlah subsidi untuk pelanggan kalangan atas berdasarkan kebijakan pemerintah. Namun, pemerintah dan PLN tidak berencana untuk menaikkan tarif dasar listrik (TDL) dalam waktu dekat ini. "Pemerintah belum menaikkan TDL, tapi kemungkinan dilakukan pengurangan subsidi listrik kepada pelanggan berdaya 6.600 volt ampere ke atas. Pelaksanaannya dimulai Februari 2010 ini," kata Asistan Manajer Pemasaran dan Niaga Perusahaan Listrik Negara (PLN) Yunarsih.
Kebijakan ini dilakukan guna menekan beban subsidi listrik dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2010, sekaligus juga mengusung penghematan. Selanjutnya subsidi hanya diberlakukan untuk pelanggan kelas menengah ke bawah. Dia menambahkan, selain pengurangan subsidi, pembayaran rekening listrik yang melebihi batas waktu setiap tanggal 5 hingga 20 juga akan dikenakan sanksi denda.
Layanan listrik prabayar akan menuntaskan hingga 99 persen permasalahan yang selama ini dikeluhkan pelanggan. Untuk itu, seperti dikatakan Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan, upaya migrasi seluruh pelanggan pascabayar ke sistem prabayar yang menggunakan token ini akan terus dilakukan.
Demikian disampaikan Dirut PLN Dahlan Iskan saat menghadiri peluncuran percontohan kawasan pelanggan listrik prabayar di Desa Seruni Sidoarjo, Jumat (5/2) malam. Dia kemudian menyebutkan permasalahan terkait pencatatan meteran listrik PLN, keluhan pencurian listrik, dan tingginya tunggakan pelanggan. Dengan sistem prabayar, pelanggan akan lebih nyaman, sebab tidak ada lagi ancaman pemutusan sambungan karena terlambat membayar tagihan.
Dahlan Iskan juga memastikan peningkatan kualitas layanan listrik PLN yang menjamin tidak ada lagi pemadaman listrik, khususnya di Jawa dan Bali. "Pasokan listrik di Jawa-Bali sebenarnya surplus hingga 30 persen," ucapnya.
Lebih jauh Dahlan menjelaskan, selain petugas dari kerja sama operasi (KSO), PLN juga akan mengandalkan petugas sendiri untuk menangani keluhan pelanggan. "Kalau semuanya diserahkan ke KSO dengan perusahaan swasta, maka personel PLN justru semakin jauh dengan pelanggan," tuturnya.
Sementara itu, GM PLN Distribusi Jatim Sulastyo mengatakan, layanan prabayar dimulai sejak September 2009 di rumah-rumah dinas PLN. Selanjutnya meluas ke rumah karyawan PLN. Layanan ini dipasarkan untuk umum mulai Desember 2009. Untuk mempermudah sosialisasi, Desa Seruni dijadikan kawasan percontohan. "Dari 9.644 pelanggan di desa ini, 8.600 pelanggan sudah menikmati sistem prabayar," ujarnya.
Di tempat terpisah, dari Tegal dilaporkan, PLN akan mengurangi jumlah subsidi untuk pelanggan kalangan atas berdasarkan kebijakan pemerintah. Namun, pemerintah dan PLN tidak berencana untuk menaikkan tarif dasar listrik (TDL) dalam waktu dekat ini. "Pemerintah belum menaikkan TDL, tapi kemungkinan dilakukan pengurangan subsidi listrik kepada pelanggan berdaya 6.600 volt ampere ke atas. Pelaksanaannya dimulai Februari 2010 ini," kata Asistan Manajer Pemasaran dan Niaga Perusahaan Listrik Negara (PLN) Yunarsih.
Kebijakan ini dilakukan guna menekan beban subsidi listrik dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2010, sekaligus juga mengusung penghematan. Selanjutnya subsidi hanya diberlakukan untuk pelanggan kelas menengah ke bawah. Dia menambahkan, selain pengurangan subsidi, pembayaran rekening listrik yang melebihi batas waktu setiap tanggal 5 hingga 20 juga akan dikenakan sanksi denda.
27 komentar untuk "Layanan Prabayar Minimalkan Keluhan Pelanggan"
tinggalkankomentar anda
top 10berita terbaru
- PENGUMUMAN PANGGILAN DIKLAT PRAJABATAN (Angkatan 23) REKRUTMEN DIRECT SHOPPING BRAWIJAYA PT PLN (PERSERO) | Kam, 02 Sep 10[11:31]
- 'PLN agar lebih terbuka ke produsen batu bara' | Min, 29 Agu 10[09:22]
- Trafo Sering Meledak, Proses Pengadaan Barang PLN Mestinya Diperlonggar | Min, 29 Agu 10[09:19]
- PLN Kejar Target Operasikan 995 Megawatt pada Akhir 2010 | Kam, 26 Agu 10[11:04]
- Penurunan BPP listrik tergantung pasokan gas | Rab, 25 Agu 10[11:05]
- Dahlan Iskan: Listrik Mau Naik, Mau Enggak, Terserah | Rab, 25 Agu 10[07:58]
- Dahlan Iskan: Listrik Padam karena Masalah Teknis | Sel, 24 Agu 10[08:14]
- MS Hidayat: Subsidi Listrik Dikurangi Bukan Berarti TDL Naik | Sel, 24 Agu 10[07:58]
- Sebulan, 1.000 Kali Mati Listrik di Jakarta | Sen, 23 Agu 10[08:11]
- PLN Layani 2,5 Juta Sambungan Listrik Baru di 2011 | Min, 22 Agu 10[09:26]




Membiayai HIDUP RAKYAT dianggap pemborosan, sehingga diputuskan membiaya Teknologi (PHK). Sementara teknologi masih didominasi oleh kepentingan asing. Betul-betul keputusan yang menyakitkan, keputusan yang tidak pro rakyat, keputusan yang TIDAK PERLU DILANJUTKAN....
Untuk masalah KSO memang harus ditangani sendiri.. tetapi real nya di Unit2 SDM PLN defisit...
Untuk Pelanggan R2 keatas seharusnya tidak lagi di berikan subsidi karena tergolong wilayah mampu...
Maju terus PLN....
Serta. tarif.2nya apa sama seperti yang paska bayar??
Mohon pecerahanya
Hidup PLN!!!
Serta. tarif.2nya apa sama seperti yang paska bayar??
terimakasih