Feb
1
Sumber : Bisnis Indonesia
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan memprioritaskan pembangunan sejumlah pembangkit listrik, bagian proyek 10.000 megawatt (MW) tahap II yang berlokasi di luar Pulau Jawa, mengingat kebutuhan pasokan listrik yang sudah sangat mendesak.
Rencana penenderan rancang-bangun, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC) sebanyak 13 pembangkit listrik di luar Jawa yang menjadi hak perseroan itu akan dilakukan pada Mei 2010.
Sementara itu, delapan pembangkit listrik yang berlokasi di Pulau Jawa bisa berkemungkinan akan dilakukan setelah 2010.
Direktur Utama PLN Dahlan Iskan mengungkapkan perseroan itu memang mendapatkan tugas membangun 21 unit pembangkit listrik untuk proyek 10.000 MW tahap II dengan nilai US$5,9 miliar.
Hanya saja, tegasnya, pembangunannya akan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan proyek di luar Jawa.
"Jadwal tender itu baru akan dibahas besok [hari ini] oleh Komite Investasi PLN untuk memperjelas rencana pembangunannya. Prinsipnya, saya serahkan kepada komite itu. Yang jelas, pembangunan pembangkit untuk luar Jawa akan lebih dulu dibandingkan dengan Pulau Jawa. Paling cepat Mei sudah tender," ujarnya kemarin.
Menurut dia, dengan adanya Komite Investasi PLN yang diketuai oleh Murtaqi Syamsuddin selaku Direktur Bisnis dan Manajement Risiko, diharapkan pembangunan proyek 10.000 MW tahap II itu lebih baik dibandingkan dengan proyek sebelumnya.
Antisipasi persoalan
Lebih lanjut dia menjelaskan kehati-hatian PLN dalam pembangunan pembangkit 10.000 MW tahap II ini untuk mengantisipasi terjadinya persoalan yang bisa menghambat penyelesaiannya, seperti halnya proyek 10.000 MW tahap I.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 2/2010, PLN dan pengembang listrik swasta (independent power producer/ IPP)mendapat tugas membangun pembangkit listrik dengan porsi masing-masing 21 unit dan 72 unit dengan nilai total US$15,96 miliar untuk proyek 10.000 MW tahap II.
"Persiapan tender itu kan harus dirumuskan secara jelas dan detail. Jangan sampai persoalan 10.000 MW tahap I terulang sehingga kita harus retender. Apa yang menjadi persoalan sebelumnya, tidak boleh terjadi lagi untuk tahap II ini. Kami harus belajar dari proyek sebelumnya."
Menurut dia, pembangunan pembangkit listrik di Pulau Jawa termasuk kategori tidak mendesak karena tambahan pasokan listrik dibutuhkan setelah 2014. Bahkan, tegasnya, PLN masih memiliki cadangan listrik hingga 43% di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali pada 2014.
Dari sekitar 34.000 MW pasokan listrik yang tersedia di Sitem Jamali pada 2014, paparnya, hanya sekitar 25.000 MW yang akan terpakai.
Dia mengatakan bila pasokan listrik yang ada tetap ditambah, akan membuat BUMN listrik itu menjadi tidak efisien.
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan memprioritaskan pembangunan sejumlah pembangkit listrik, bagian proyek 10.000 megawatt (MW) tahap II yang berlokasi di luar Pulau Jawa, mengingat kebutuhan pasokan listrik yang sudah sangat mendesak.
Rencana penenderan rancang-bangun, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC) sebanyak 13 pembangkit listrik di luar Jawa yang menjadi hak perseroan itu akan dilakukan pada Mei 2010.
Sementara itu, delapan pembangkit listrik yang berlokasi di Pulau Jawa bisa berkemungkinan akan dilakukan setelah 2010.
Direktur Utama PLN Dahlan Iskan mengungkapkan perseroan itu memang mendapatkan tugas membangun 21 unit pembangkit listrik untuk proyek 10.000 MW tahap II dengan nilai US$5,9 miliar.
Hanya saja, tegasnya, pembangunannya akan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan proyek di luar Jawa.
"Jadwal tender itu baru akan dibahas besok [hari ini] oleh Komite Investasi PLN untuk memperjelas rencana pembangunannya. Prinsipnya, saya serahkan kepada komite itu. Yang jelas, pembangunan pembangkit untuk luar Jawa akan lebih dulu dibandingkan dengan Pulau Jawa. Paling cepat Mei sudah tender," ujarnya kemarin.
Menurut dia, dengan adanya Komite Investasi PLN yang diketuai oleh Murtaqi Syamsuddin selaku Direktur Bisnis dan Manajement Risiko, diharapkan pembangunan proyek 10.000 MW tahap II itu lebih baik dibandingkan dengan proyek sebelumnya.
Antisipasi persoalan
Lebih lanjut dia menjelaskan kehati-hatian PLN dalam pembangunan pembangkit 10.000 MW tahap II ini untuk mengantisipasi terjadinya persoalan yang bisa menghambat penyelesaiannya, seperti halnya proyek 10.000 MW tahap I.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 2/2010, PLN dan pengembang listrik swasta (independent power producer/ IPP)mendapat tugas membangun pembangkit listrik dengan porsi masing-masing 21 unit dan 72 unit dengan nilai total US$15,96 miliar untuk proyek 10.000 MW tahap II.
"Persiapan tender itu kan harus dirumuskan secara jelas dan detail. Jangan sampai persoalan 10.000 MW tahap I terulang sehingga kita harus retender. Apa yang menjadi persoalan sebelumnya, tidak boleh terjadi lagi untuk tahap II ini. Kami harus belajar dari proyek sebelumnya."
Menurut dia, pembangunan pembangkit listrik di Pulau Jawa termasuk kategori tidak mendesak karena tambahan pasokan listrik dibutuhkan setelah 2014. Bahkan, tegasnya, PLN masih memiliki cadangan listrik hingga 43% di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali pada 2014.
Dari sekitar 34.000 MW pasokan listrik yang tersedia di Sitem Jamali pada 2014, paparnya, hanya sekitar 25.000 MW yang akan terpakai.
Dia mengatakan bila pasokan listrik yang ada tetap ditambah, akan membuat BUMN listrik itu menjadi tidak efisien.
2 komentar untuk "PLN prioritaskan pembangkit luar Jawa"
tinggalkankomentar anda
top 10berita terbaru
- Jatuh Tempo Pembayaran Rekening Listrik September 2010 | Rab, 08 Sep 10[14:15]
- Investasi PLN Hingga 2019 Capai US$97,1 M | Rab, 08 Sep 10[08:31]
- Lebaran, Dahlan Iskan Kunjungi GITET | Sel, 07 Sep 10[08:29]
- PLN Bangun Kabel Atas Laut Berbiaya US$ 240 Juta | Sel, 07 Sep 10[08:27]
- Tunggakan Listrik di Pamekasan Tertinggi di Indonesia | Sel, 07 Sep 10[08:27]
- PLN Tambah Pembangkit Berdaya 55.484 MW Hingga 2019 | Sen, 06 Sep 10[08:37]
- PENGUMUMAN PANGGILAN DIKLAT PRAJABATAN (Angkatan 23) REKRUTMEN DIRECT SHOPPING BRAWIJAYA PT PLN (PERSERO) | Kam, 02 Sep 10[11:31]
- 'PLN agar lebih terbuka ke produsen batu bara' | Min, 29 Agu 10[09:22]
- Trafo Sering Meledak, Proses Pengadaan Barang PLN Mestinya Diperlonggar | Min, 29 Agu 10[09:19]
- PLN Kejar Target Operasikan 995 Megawatt pada Akhir 2010 | Kam, 26 Agu 10[11:04]




Walaupun untuk pembangunan pembangkit listrik dipulau jawa belum mendesak yang dikarenakan sampai tahun 2014 masih ada cadangan listrik 43 persen di sistem kelitrikan JAMALI, PLN harus waspada dan tetap antisipasi jangan sampai pemadaman bergilir dipulau Jawa Madura Bali terulang lagi. bila ini terjadi waaah gawat Bapak DIRUT PLN bisa diganti lagi deeeh......pesan dari orang tidak mampu PLN jangan diswastakan karena menghidupi orang2 termiskin sampai orang2 terkaya. hidup PLN